jazakumulloh khoiron katsiro atas kunjungannya
42

Surat Untuk Umat Muslim







Bismillah

Saya tertarik sekali menanggapi Surat Cinta Sejatiku Buat Presiden Dan Wakil Presiden yang pernah diposting oleh Nurmayanti Zain, sepertinya saya sedikit mengerti misi dari sang penulis yang terdapat pada surat tersebut, InsyaAllah.

Memang meresahkan sekali melihat fakta yang terpampang di negara kita ini sejak adanya Demokrasi (Salah satu rekaan Barat yang paling berhasil digunakan untuk mewujudkan ambisi-ambisi mereka). 

STANDAR KEBENARAN DEMOKRASI : SUARA MAYORITAS

Dari sekian alasan yang mendorong kita untuk menolak demokrasi adalah karena demokrasi itu tegak diatas suara mayoritas tanpa melihat lagi jenis suara mayoritas yang ada. Tolak ukur kebenaran dalam demokrasi ditentukan oleh pendapat mayoritas.

Berangkat dari prinsip ini. Para pemimpin partai yang berhaluan demokrasi selalu berupaya mencari keridhaan mayoritas rakyat dengan segala cara, walaupun harus mengorbankan aqidah, harga diri. Agama dan kehormatan. Mereka melakukan semua ini untuk dapat meraih suara mayoritas rakyat dalam kompetisi-kompetisi pemilu yang beraneka ragam.

Kebenaran Tidak Ditentukan Oleh Banyaknya Pelaku, Tetapi Oleh Dalil-Dalil Syar’i

Sebagai pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, kita memandang bahwa kebenaran hanya ditentukan melalui dalil-dalil syar’i (Al-Quran dan As-Sunnah, serta yang ditunjukan oleh keduanya-penerj), bukan dari banyaknya orang yang mengerjakannya atau suara mayoritas rakyat.

Secara factual telah diketahui, rakyat sebuah bangsa tidak mungkin memerintah sendiri, tetapi memerintah melalui para wakilnya yang terwujud dalam anggota majelis perwakilan yang telah mereka pilih.

Oleh karena itu, berubahlah kehendak rakyat pada umumnya menjadi kehendak wakil rakyat. Saat itulah muncul kesewenang-wenangan / kediktaktoran baru, karena kehendak rakyat beralih ke tangan orang-orang yang mereka pilih saja. Akibatnya, rakyat tidak mampu untuk membatalkan, menghapus, ataupun mengubah keputusan yang telah ditetapkan oleh para wakilnya.

Menurut banyak pakar politik, prinsip mayoritas adalah teori yang paling berbahaya terhadap berlangsungnya kebebasan individu, karena setiap perbuatan yang muncul dari orang yang terpilih dapat menjadi hukum sekaligus undang-undang hanya karena ia merupakan kehendak rakyat. Dari sini kita bisa melihat bahwa mayoritas pendapat yang ada telah berubah menjadi kesewenang-wenangan, dan fakta telah membuktikan hal itu. Oleh karena itu, seharusnya umat Islam menjadi umat yang bersandar pada dalil syar’I, bukan pada suara mayoritas.

Dengan demikian, kita bisa melihat, pengikut para rasul jumlahnya sengat sedikit. Sedangkan para pengikut thaghut jumlahnya sangat banyak.

Sebagaimana Allah Swt telah berfirman kepada Nuh as setelah tinggal bersama kaumnya selama satu millennium kurang lima puluh tahun (950 tahun). Firman Allah Swt :






hattaa idzaa jaa-a amrunaa wafaara alttannuuru qulnaa ihmil fiihaa min kullin zawjayni itsnayni wa-ahlaka illaa man sabaqa 'alayhi alqawlu waman aamana wamaa aamana ma'ahu illaa qaliilun

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.” Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (QS. Hud [11] : 40)

Demikian pula Fir’aun –laknatullah- saat akan menganiaya sahabat-sahabat Nabi Musa, Fir’aun menyifati mereka dan berkata :




inna haaulaa-i lasyirdzimatun qaliiluuna

(Fir’aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil.” (QS Asy-Syu’araa [26] : 54)

Namun Allah mencela mayoritas yang telah mengantarkan Fir’aun menjadi penguasa absolute. Firman Allah Swt :




faistakhaffa qawmahu fa-athaa'uuhu innahum kaanuu qawman faasiqiina

Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. (QS. Az-Zukhruf [43] : 54)

Kalau kita merenungkan firman Allah maka kita akan melihat, acapkali Allah mengaitkan jumlah mayoritas dengan celaan (adz-dzam) dan jumlah minoritas dengan pujian (al-madh). Firman Allah :




ya'rifuuna ni'mata allaahi tsumma yunkiruunahaa wa-aktsaruhumu alkaafiruuna

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. An-Nahl [16] : 83)






awa kullamaa 'aahaduu 'ahdan nabadzahu fariiqun minhum bal aktsaruhum laa yu’minuuna

Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman. (QS. Al-Baqarah [2] : 100)




walaqad sharrafnaahu baynahum liyadzdzakkaruu fa-abaa aktsaru alnnaasi illaa kufuuraan

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat). (QS. Al-Furqan [25] : 50)






wataraa katsiiran minhum yusaari'uuna fii al-itsmi waal'udwaani wa-aklihimu alssuhta labi'sa maa kaanuu ya'maluuna

Kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram (QS. Al-Maidah [5] : 62)






wamaa yattabi'u aktsaruhum illaa zhannan inna alzhzhanna laa yughnii mina alhaqqi syay-an inna allaaha 'aliimun bimaa yaf'aluuna

Kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja, sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Yunus [10] : 36)




wamaa yu'minu aktsaruhum biallaahi illaa wahum musyrikuuna

Sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam mempersekutukan Allah (dengan sesembahan lain). (QS. Yusuf [12] : 106)










qaala laqad zhalamaka bisu-aali na'jatika ilaa ni'aajihi wa-inna katsiiran mina alkhulathaa-i layabghii ba'dhuhum 'alaa ba'dhin illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati waqaliilun maa hum wazhanna daawuudu annamaa fatannaahu faistaghfara rabbahu wakharra raaki'an wa-anaaba

Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan seseungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat. (QS. Shaad [38] : 24)









wamaa lakum allaa ta'kuluu mimmaa dzukira ismu allaahi 'alayhi waqad fashshala lakum maa harrama 'alaykum illaa maa idthurirtum ilayhi wa-inna katsiiran layudhilluuna bi-ahwaa-ihim bighayri 'ilmin inna rabbaka huwa a'lamu bialmu'tadiina

Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.  Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-An’am [6] : 119)


Sebaliknya, ketika Allah berbicara mengenai jumlah yang sedikit, biasanya disertai dengan pujian (al-madh). Seperti firman Allah Swt :











wa-idz akhadznaa miitsaaqa banii israa-iila laa ta'buduuna illaa allaaha wabialwaalidayni ihsaanan wadzii alqurbaa waalyataamaa waalmasaakiini waquuluu lilnnaasi husnan wa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata tsumma tawallaytum illaa qaliilan minkum wa-antum mu'ridhuuna 

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. Al-Baqarah [2] : 83)




waqaaluu quluubunaa ghulfun bal la'anahumu allaahu bikufrihim faqaliilan maa yu'minuuna

Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup”, tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman (QS. Al-Baqarah [2] : 88)














falammaa fashala thaaluutu bialjunuudi qaala inna allaaha mubtaliikum binaharin faman syariba minhu falaysa minnii waman lam yath'amhu fa-innahu minnii illaa mani ightarafa ghurfatan biyadihi fasyaribuu minhu illaa qaliilan minhum falammaa jaawazahu huwa waalladziina aamanuu ma'ahu qaaluu laa thaaqata lanaa alyawma bijaaluuta wajunuudihi qaala alladziina yazhunnuuna annahum mulaaquu allaahi kam min fi-atin qaliilatin ghalabat fi-atan katsiiratan bi-idzni allaahi waallaahu ma'a alshshaabiriina

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2] : 249)



 



qaala ara-aytaka haadzaa alladzii karramta 'alayya la-in akhkhartani ilaa yawmi alqiyaamati la-ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qaliilaan

(Iblis berkata), “terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya akan aku sesatkan anak keturunannya, kecuali sebagian kecil.”(QS. Al-Isra [17] : 62)






ya'maluuna lahu maa yasyaau min mahaariiba watamaatsiila wajifaanin kaaljawaabi waquduurin raasiyaatin i'maluu aala daawuuda syukran waqaliilun min 'ibaadiya alsysyakuuru 

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih. (QS. Saba [34] : 13)


Dalam kehidupan dunia, kebenaran (pendapat) tidaklah diukur dan ditetapkan oleh sedikit atau banyaknya jumlah orang yang melakukannya. Akan tetapi, kebenaran itu harus diukur dan ditetapkan oleh kaidah-kaidah, prinsip-prinsip, dan Manhaj Rabbani yang diturunkan dari langit. Firman Allah Swt :










afaman kaana 'alaa bayyinatin min rabbihi wayatluuhu syaahidun minhu wamin qablihi kitaabu muusaa imaaman warahmatan ulaa-ika yu/minuuna bihi waman yakfur bihi mina al-ahzaabi faalnnaaru maw'iduhu falaa taku fii miryatin minhu innahu alhaqqu min rabbika walaakinna aktsara alnnaasi laa yu'minuuna 

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?  Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu.  Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (QS. Hud [11] : 17)


Kebenaran bukan ditetapkan oleh suara mayoritas sekalipun yang menang tersebut kaum muslim. Ukuran kebenaran juga bukan ditentukan oleh kongres atau parlemen yang mengacungkan dan menurunkan tangan berdasarkan hawa nafsu yang mengakibatkan kehancuran bangsa tersebut. Islam telah memiliki Manhaj Rabbani, satu-satunya pelindung bagi manusia.

Dari sinilah, para shalaf ash-shalih tatkala menafsirkan kata al-jama’ah yang termaktub dalam hadist Nabi saw dengan makna konsisten (iltizam) dalam kebenaran (al-haq), walaupun anda seorang diri. 

Abu Syamah berkata dalam kitabnya al-Ba’its halaman 22 : Ketika datang perintah untuk menetapi jamaah, yang dimaksud adalah tetap konsisten dalam kebenaran (al-haq) dan selalu mengikutinya, walaupun orang yang berpegang teguh pada kebenaran sangat sedikit dan para penentangnya sangat banyak. Kebenaran (al-haq) itulah yang dipegang oleh jamaah yang pertama, yaitu Rasulullah saw dan para sahabat ra, tanpa melihat lagi banyaknya pengikut kebatilan. 

Imam Bukhari menafsirkan kata al-jama’ah dengan makna yang ahli dalam fkih dan ulama. Beliau berjata dalam bab (Demikianlah Allah menjadikan kalian umat yangadil (ummatan wasathan), “Apa yang diperintahkan oleh Rasulullah saw untuk mengikuti jama’ah, maksudnya adalah mengikuti ahlul ‘ilmi.” 

Imam Tarmidzi berkata mengenai tafsir dari kata jama’ah : Menurut ahlul ‘ilmi yang dimaksud dari kata jama'ah adalah ulama yang memiliki kedalaman ilmu (ahl al-‘ilm), pakar dalam fikh (ahl al-fiqh), dan pakar dalam hadist (ahl al-hadist). 

Ibnu Sinan menafsirkan al-jama’ah adalah orang yang memiliki kedalaman ilmu (ahl al-‘ilm) dan para ahli hadist (ash-habul atsar)

Walaupun ulama berbeda pendapat mengenai tafsir dari kata al-jama’ah tetapi mereka semua kembali pada makna yang satu, yaitu siapa saja yang meneladani keadaan dan hal ihwal Rasulullah dan para sahabat. Sama saja apakah jumlah mereka sedikit ataupun banyak, walaupun umat berbeda-beda dalam kondisi, tempat dan jamannya. Karena itu, Abdullah bin Mas’ud berkata mengenai kata al-jama’ah, “Apa saja yang sesuai dengan kebenaran (al-haq) walaupun anda seorang diri.” Dalam lafadz lain, al-jama’ah adalah “apa saja yang sesuai dengan ketaatan kepada Allah walau anda dalam keadaan seorang diri.”

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kemilau Cahaya Emas yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain"

42 comments

February 8, 2012 at 5:59 AM

jamaah ... aah .. jamaah ... jamaah .. ;D
yang pasti setiap manusia mempunyai hak nya masing-masing, betul :-D

February 8, 2012 at 6:50 AM

masyaAllah, benar :)
yang terpenting, apa saja yang sesuai dengan Alqur'an dan Assunnah di atas pemahaman para ash-shalaf ash-sholeh, walaupun seorang diri.
*harus lebih banyak belajar lagi

ini mau diikutkan giveaway kan?
jangan lupa didaftarkan di kotak komentar giveaway ya ^^

semangka!

February 8, 2012 at 7:17 AM

shodaqta ya Dab! yg ngerasa blum pernah dpt surat ini, hrp sgera di menghubungi panitia. surat ini lebih penting daripada saham, sero, andil dan obligasi!

February 8, 2012 at 8:34 AM

SUBHANALLAH.....

mari sebarkan surat ini

February 8, 2012 at 8:34 AM

smoga menang.. hehee

February 8, 2012 at 11:08 AM

Allahu Akbar...!!! sukses slalu gan...

February 8, 2012 at 12:38 PM

panjang~
nyimak duluuuu~

sukses buat GAnyaaaa :D

February 8, 2012 at 1:35 PM

masya Allah..barokallahufiik kaito.. :)

February 8, 2012 at 5:13 PM

Iya makasih sob. Suratnya udah saya trima, tapi insyaAllah gak bisa ku balas..

February 8, 2012 at 8:17 PM

cakep nich tulisan...banyak ilmu yg bisa diambil didalamnya.

February 9, 2012 at 5:06 AM

sip!
dengan begini sudah terdaftar
terima kasih atas partisipasinya ya ^^

ceri!

February 9, 2012 at 7:36 AM

No komen ah...
Aku agak ga dong sama yang ini.
Ahahaha pisss ^^
Mas ymmu tak add yo~

February 9, 2012 at 8:54 AM

walopun minoritas klo berkualitas itu baru namanya ummat-ummat yang terpilih...Subhanallah wa Masya Allah...semoga kita semua termasuk di dalam golongan-golongan yang disebutkan tersebut, amin Ya Rabb.

February 9, 2012 at 10:09 AM

masalahnya persepsi kita tentang alquran dan hadits berbeda-beda, maka yang paling penting bukan hanya kebenaran tapi kasih sayang sebagai landasannya.

February 9, 2012 at 10:49 AM

Wah..lengkap banget penjelasannya..keren euy..
Semoga sukses GA nya ya...:)

February 9, 2012 at 11:06 AM

ada satu pertanyaan yang cukup mengusik saya nih sob, mungkin sobat berkenan lebih mengerti untuk menjawabnya ..

apa semua orang yahudi itu berkelakuan seperti itu? atau tidak semuanya?
mohon jawabannya ya, soalnya sering liat di forum banyak yang posting orang yahudi itu tidak semuanya seperti itu . tapi saya juga ragu akan hal itu . terima kasih .. maaf panjang ^_^

February 9, 2012 at 11:25 AM

MasyaAllah, isi GAnya benar 'berisi'..penuh pencerahan dan pembelajaran untuk lebih obyektif menempatkan persepsi terhadap demokrasi..

February 9, 2012 at 1:27 PM

@momod Wallahu A'lam. . .karena Allah lah satu2nya yang bisa membolak balikkan hati manusia. . .

tapi ada beberapa sifat yahudi yang seperti iblis. . .nanti InsyaAllah ana posting

February 9, 2012 at 1:28 PM

@Stupid monkey betul sekali stumon. . .masing2 pribadi punya hak dan kewajiban. . .tapi harus dilandasi Syariat dong. . .betul ga?? hehehe

February 9, 2012 at 1:37 PM

@Nurmayanti Zain *he eh harus lebih lebih lebih banyak belajar lagi ^_^

iyaaah sudah terpenuhi semua syaratnya. . .InsyaAllah

iya. . .masih dengan menu buah2an itu Alhamdulillah

terimakasih

February 9, 2012 at 1:39 PM

@eksak ahahahaha bisa saja antum ini. . .
syukron dab :D

February 9, 2012 at 1:43 PM

@Annur EL- Kareem semoga bermanfaat. . .InsyaAlalh

syukron anti. . .

February 9, 2012 at 1:47 PM

@Annur EL- Kareem aamiin aamiin aamiin InsyaAllah. . .

syukron hehe

February 9, 2012 at 1:52 PM

@outbondmalang aamiin aamiin aamiin Ya Allah. . .

syukron yah gan
sukses selalu untuk outbound Malang. . .InsyaAllah

February 9, 2012 at 2:09 PM

@jiah al jafara ahahahaha silahkan silahkan :D

aamiin aamiin aamiin Ya Allah
syukron anti. . .

February 9, 2012 at 2:42 PM

@Kaito Kiddbetul, pak guru, #manggut2#

February 9, 2012 at 2:42 PM

@Kaito Kiddemang dimana alamat panitianya :D

February 9, 2012 at 5:04 PM

@Stupid monkey waaaaaaah kita sama ya. . .ikut manggut2 :D

February 9, 2012 at 5:05 PM

@Stupid monkey benar juga ya. . .stumon segeralah membentuk tim panitia hahahaha

February 9, 2012 at 5:06 PM

@Puspita Resky Amaliyah wa iyaki anti :)

syukron. . .

February 9, 2012 at 5:08 PM

@haris widodo tidak perlu repot2 membalas sob. . .cukup kita sama2 belajar be a gud muslim sob. . .InsyaAllah :D

February 9, 2012 at 5:08 PM

@Urang Kampoeng Syukur Alhamdulillah. . .semoga bermanfaat ya. . .

syukron kunjungannya :)
salam. . .

February 9, 2012 at 5:11 PM

@Nurmayanti Zain Alhamdulillah. . .
sekarang kuserahkan padaNya. . .lalu. . .
kuserahkan padamu. . .

ceri. . .InsyaAllah

February 9, 2012 at 5:13 PM

@Una ahahahahaha :p

iya bole bole. . .
sudah di konfirm una :D

February 9, 2012 at 5:15 PM

@hima-rain bisa. . .pasti bisa. . .aamiin aamiin aamiin. . .InsyaAllah

KOFTTE
Keep On Fighting Till The End

February 9, 2012 at 5:16 PM

@Terapi qolbu kasih sayang karena Allah. . .tepat sekali. . .

syukron kunjungannya :)
salam. . .

February 9, 2012 at 5:17 PM

@Juwita Hsu semoga bermanfaat ya. . .InsyaAllah

aamiin aamiin aamiin Ya Allah. . .
syukron hehehe

February 9, 2012 at 5:19 PM

@Ririe Khayan semoga bermanfaat ya. . .InsyaAllah

syukron kunjungannya :)
salam. . .

February 10, 2012 at 7:51 PM

Wah... ikutan GA-nya kak Maya..^^
Isinya juga masyaAllah.. semoga sukses jg..

February 10, 2012 at 9:01 PM

Iya :D
waaaah syukur Alhamdulillah. . .semoga bermanfaat. . .
aamiin aamiin aamiin. . .InsyaAllah

jazakumulloh khoiron katsiro anti. . .

February 10, 2012 at 10:40 PM

Kebenaran bukan ditetapkan oleh suara mayoritas sekalipun yang menang tersebut kaum muslim. Ukuran kebenaran juga bukan ditentukan oleh kongres atau parlemen yang mengacungkan dan menurunkan tangan berdasarkan hawa nafsu yang mengakibatkan kehancuran bangsa tersebut. Islam telah memiliki Manhaj Rabbani, satu-satunya pelindung bagi manusia.

Setuju dengan kalimat2 itu. Saya baru saja mengalami, menyampaikan kebenaran mutlak kepada sekelompok orang tetapi malah saya yang dianggap berlebihan dan aneh :(

February 11, 2012 at 3:56 PM

@Mugniar tetap istiqomah umi. . .sabar hehehe jalan dakwah kan memang tak selalu mulus umi. . .yang pasti harus semangat :D

KOFTTE
Keep On Fighting Till The End

InsyaAllah :)

Post a Comment

Hujan telah menemuimu. Kini giliranmu. Sampaikan kesanmu tentangnya.

Powered by Blogger.
Strawberry On Top Of Cupcake

Weather Palace

Hitori Janai

Don't Stop Dancing