jazakumulloh khoiron katsiro atas kunjungannya
32

Obat Penenang Jiwa


Segala puji untuk Allah, Yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan obat bagi hamba-hamba yang beriman. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Imam orang-orang yang bertakwa, yang telah menguraikan ayat-ayat-Nya kepada segenap umatnya. Amma ba’du.

Saudaraku, sudah menjadi tabiat manusia bahwa mereka menyukai sesuatu yang bisa menyenangkan hati dan menentramkan jiwa mereka. Oleh sebab itu, banyak orang rela mengorbankan waktunya, memeras otaknya, dan menguras tenaganya, atau bahkan kalau perlu mengeluarkan biaya yang tidak kecil jumlahnya demi meraih apa yang disebut sebagai kepuasan dan ketenangan jiwa. Namun, ada sebuah fenomena memprihatinkan yang sulit sekali dilepaskan dari upaya ini. Seringkali kita jumpai manusia memakai cara-cara yang dibenci oleh Allah demi mencapai keinginan mereka.

Ada di antara mereka yang terjebak dalam jerat harta. Ada yang terjebak dalam jerat wanita. Ada yang terjebak dalam hiburan yang tidak halal. Ada pula yang terjebak dalam aksi-aksi brutal atau tindak kriminal. Apabila permasalahan ini kita cermati, ada satu faktor yang bisa ditengarai sebagai sumber utama munculnya itu semua. Hal itu tidak lain adalah karena manusia tidak lagi menemukan ketenangan dan kepuasan jiwa dengan berdzikir dan mengingat Rabb mereka.

Padahal, Allah ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam ayat (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan hati mereka bisa merasa tentram dengan mengingat Allah, ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati akan merasa tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa pendapat terpilih mengenai makna ‘mengingat Allah’ di sini adalah mengingat Al-Qur’an. Hal itu disebabkan hati manusia tidak akan bisa merasakan ketentraman kecuali dengan iman dan keyakinan yang tertanam di dalam hatinya. Sementara iman dan keyakinan tidak bisa diperoleh kecuali dengan menyerap bimbingan Al-Qur’an (lihat Tafsir al-Qayyim, hal. 324)

Ibnu Rajab al-Hanbali berkata, “Dzikir merupakan sebuah kelezatan bagi hati orang-orang yang mengerti.” Demikian juga Malik bin Dinar mengatakan, “Tidaklah orang-orang yang merasakan kelezatan bisa merasakan sebagaimana kelezatan yang diraih dengan mengingat Allah.” (lihat Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 562).

Sekarang, yang menjadi pertanyaan kita adalah : mengapa banyak di antara kita yang tidak bisa merasakan kelezatan berdzikir sebagaimana yang digambarkan oleh para ulama salaf. Sehingga kita lebih menyukai menonton sepakbola daripada ikut pengajian, atau lebih suka menikmati telenovela daripada merenungkan ayat-ayat-Nya, atau lebih suka berkunjung ke lokasi wisata daripada memakmurkan rumah-Nya.

Perhatikanlah ucapan Rabi’ bin Anas berikut ini, mungkin kita akan bisa menemukan jawabannya. Rabi’ bin Anas mengatakan sebuah ungkapan dari sebagian sahabatnya, “Tanda cinta kepada Allah adalah banyak berdzikir/mengingat kepada-Nya, karena sesungguhnya tidaklah kamu mencintai apa saja kecuali kamu pasti akan banyak-banyak menyebutnya.” (lihat Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 559). Ini artinya, semakin lemah rasa cinta kepada Allah dalam diri seseorang, maka semakin sedikit pula ‘kemampuannya’ untuk bisa mengingat Allah ta’ala. Hal ini secara tidak langsung menggambarkan kondisi batin kita yang begitu memprihatinkan, walaupun kondisi lahiriyahnya tampak baik-baik saja. Aduhai, betapa sedikit orang yang memperhatikannya! Ternyata, inilah yang selama ini hilang dan menipis dalam diri kita; yaitu rasa cinta kepada Allah…

Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Pokok dan ruh ketauhidan adalah memurnikan rasa cinta untuk Allah semata, dan hal itu merupakan pokok penghambaan dan penyembahan kepada-Nya. Bahkan, itulah hakekat dari ibadah. Tauhid tidak akan sempurna sampai rasa cinta seorang hamba kepada Rabbnya menjadi sempurna, dan kecintaan kepada-Nya harus lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang dicintai. Sehingga rasa cintanya kepada Allah mengalahkan rasa cintanya kepada selain-Nya dan menjadi penentu atasnya, yang membuat segala perkara yang dicintainya harus tunduk dan mengikuti kecintaan ini yang dengannya seorang hamba akan bisa menggapai kebahagiaan dan kemenangannya.” (al-Qaul as-Sadid Fi Maqashid at-Tauhid, hal. 95)

Kalau demikian keadaannya, maka solusi untuk bisa menggapai ketenangan jiwa melalui dzikir adalah dengan menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta kepada Allah. Dan satu-satunya jalan untuk mendapatkannya adalah dengan mengenal Allah melalui keagungan nama-nama dan sifat-sifat-Nya dan memperhatikan kebesaran ayat-ayat-Nya, yang tertera di dalam Al-Qur’an ataupun yang berwujud makhluk ciptaan-Nya. Syaikh Dr. Muhammad bin Khalifah at-Tamimi hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya rasa cinta kepada sesuatu merupakan cabang dari pengenalan terhadapnya. Maka manusia yang paling mengenal Allah adalah orang yang paling cinta kepada-Nya. Dan setiap orang yang mengenal Allah pastilah akan mencintai-Nya. Dan tidak ada jalan untuk menggapai ma’rifat ini kecuali melalui pintu ilmu mengenai nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Tidak akan kokoh ma’rifat seorang hamba terhadap Allah kecuali dengan berupaya mengenali nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang disebutkan di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah…” (Mu’taqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah fi Tauhid al-Asma’ wa as-Shifat, hal. 16)

Hati seorang hamba akan menjadi hidup, diliputi dengan kenikmatan dan ketentraman apabila hati tersebut adalah hati yang senantiasa mengenal Allah, yang pada akhirnya membuahkan rasa cinta kepada Allah lebih di atas segala-galanya (lihat Mu’taqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah fi Tauhid al-Asma’ wa as-Shifat, hal. 21).

Di sisi yang lain, kelezatan di akherat yang diperoleh seorang hamba kelak adalah tatkala melihat wajah-Nya. Sementara hal itu tidak akan bisa diperolehnya kecuali setelah merasakan kelezatan paling agung di dunia, yaitu dengan mengenal Allah dan mencintai-Nya, dan inilah yang dimaksud dengan surga dunia yang akan senantiasa menyejukkan hati hamba-hamba-Nya (lihat ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal. 261)

Banyak orang yang tertipu oleh dunia dengan segala kesenangan yang ditawarkannya sehingga hal itu melupakan mereka dari mengingat Rabb yang menganugerahkan nikmat kepada mereka. Hal itu bermula, tatkala kecintaan kepada dunia telah meresap ke dalam relung-relung hatinya. Tanpa terasa, kecintaan kepada Allah sedikit demi sedikit luntur dan lenyap. Terlebih lagi ‘didukung’ suasana sekitar yang jauh dari siraman petunjuk Al-Qur’an, apatah lagi pengenalan terhadap keagungan nama-nama dan sifat-Nya. Maka semakin jauhlah sosok seorang hamba yang lemah itu dari lingkaran hidayah Rabbnya. Sholat terasa hampa, berdzikir tinggal gerakan lidah tanpa makna, dan Al-Qur’an pun teronggok berdebu tak tersentuh tangannya. Wahai saudaraku… apakah yang kau cari dalam hidup ini? Kalau engkau mencari kebahagiaan, maka ingatlah bahwa kebahagiaan yang sejati tidak akan pernah didapatkan kecuali bersama-Nya dan dengan senantiasa mengingat-Nya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Akan tetapi ternyata kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, sementara akherat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. al-A’la: 16-17). Allah juga berfirman mengenai seruan seorang rasul yang sangat menghendaki kebaikan bagi kaumnya (yang artinya), “Wahai kaumku, ikutilah aku niscaya akan kutunjukkan kepada kalian jalan petunjuk. Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (yang semu), dan sesungguhnya akherat itulah tempat menetap yang sebenarnya.” (QS. Ghafir: 38-39) (lihat ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal. 260)

Apabila engkau menangis karena ludesnya hartamu, atau karena hilangnya jabatanmu, atau karena orang yang pergi meninggalkanmu, maka sekaranglah saatnya engkau menangisi rusaknya hatimu… Allahul musta’aan wa ‘alaihit tuklaan.

Sumber: www.muslim.or.id

32 comments

February 5, 2012 at 2:08 AM

met malam, , , ,gan. Kunjungan balik nih. Pertamax

February 5, 2012 at 5:16 AM

wah, kaya lagi ngaji nih.
Bisa di jadiin buat lomba besok dah.

February 5, 2012 at 5:47 AM

Mantab nih sob. Sya masih sering gelisah ga jelas. berarti iman saya sangat kurang

February 5, 2012 at 7:18 AM

hoRmon endomorphin langsung bekerja pas ane baca Qur'an! fly to Eden park!
tengoku e tobimasu...

February 5, 2012 at 7:43 AM

gelisah sih boleh2 aja sob yang penting jangan berlarut2 soalnya akan merdampak negatif bagi diri kita sendiri

February 5, 2012 at 8:46 AM

"Kelezatan paling agung di dunia yaitu mengenal dan mencintai Allah"

Subhanallah...bertanya dalam hati apakh diri ini sdh mengenal dan mencintai RabbNya melebihi apapun di dunia ini ? >,<"

February 5, 2012 at 9:07 AM

Terimakasih mas sharingnya.
Aku sering emosi sendiri waktu pengajian.
karena sering pengajian yang kudatangi malah ngejelek-jelekin agama lain.
Sebeeeeellll...

February 5, 2012 at 9:31 AM

obat hati ada lima perkaranya @malah nyanyi :D

February 5, 2012 at 9:48 AM

bener kata sisi lain hehhe obat hati ada 5 perkaranya... nyanyi deh,,,

February 5, 2012 at 10:08 AM

YG Pastinya paling enak berzikir, mau tidur zikir, daripda bengong mnding zikir atw sholawatan itu lebih nikmat dari pada pil...

masya Alloh.. syukron ilmunya

February 5, 2012 at 2:53 PM

Mantef banget artikel abang ni..

February 5, 2012 at 6:17 PM

Kenapa kita tidak merasakan keleztan berdzikir...mungkin hati kita tidak hadir dikala mulut kita mengucap kalimat tayyibah memuji Allah.....makasih mas bro dapat pencerahan...

February 6, 2012 at 7:18 PM

wah blog islam...I like it.. salam kenal eah.. :D

February 6, 2012 at 11:10 PM

@Arief Rachmadi Blogger Pemula malam gan hehehe waaah iyah nih pertamax. . .keren :D

syukron gan. . .

February 6, 2012 at 11:11 PM

@haris widodo ahahahahaha bisa bisa deh InsyaAllah :D

semoga menang ya :D

February 6, 2012 at 11:20 PM

@Diatsama sob ana juga merasa iman saya kurang. . .sama2 belajar ini hehe
semoga bermanfaat, InsyaAllah

February 6, 2012 at 11:23 PM

@eksakMasyaAllah keren sekali dab. . .
syukur Alhamdulillah hehe
tengoku e tobimasu. . .InsyaAllah

February 6, 2012 at 11:25 PM

@Andytepat sekali sob. . .gelisah tidak akan menyelasaikan apa2. . .hehe

February 6, 2012 at 11:39 PM

@Nhinissama2 belajar dan sama2 mengingatkan anti. . .InsyaAllah ^____^

February 6, 2012 at 11:41 PM

@Unasama2 una, semoga bermanfaat hehe
waaaah jangan sebeeel una, seng sabar, seng jembar atine una, InsyaAllah ^____^

February 6, 2012 at 11:43 PM

@jiah al jafaraopick hehehe MasyaAllah memang benar sekali jadi obat hati 5 perkara itu ^____^

February 6, 2012 at 11:54 PM

@Annur EL- Kareem samain suara dulu. . .ambil c : do saja ya hehehehe

February 6, 2012 at 11:55 PM

@Annur EL- Kareem leabih nyaman, lebih manjur, lebih murah, dan yang pasti rasanya terlalu maniss
MasyaAllah. . .

afwan. . .
semoga bermanfaat ya ^____^

February 7, 2012 at 12:02 AM

@ICAH BANJARMASINsyukur Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya. . .InsyaAllah

February 7, 2012 at 12:06 AM

@Muro'i El-Barezywaaaah memang harus ada undangan secara khusus nih buat hati kita biar hadir. . .kalo perlu harus dijemput
Syukur Alhamdulillah, semoga bermanfaat mas bro. . .

February 7, 2012 at 12:06 AM

@AdhiPrimana.com Blog DoFollow salam kenal mas bro. . .

syukron kunjungannya ^____^

February 7, 2012 at 11:08 AM

adduh amit", jgn sampe jauh dr allah
=(

February 7, 2012 at 2:24 PM

, “Tanda cinta kepada Allah adalah banyak berdzikir/mengingat kepada-Nya, karena sesungguhnya tidaklah kamu mencintai apa saja kecuali kamu pasti akan banyak-banyak menyebutnya.”

Benar sekali. Ingat berita2 orang yg lagi jatuh cinta sama seseorang seperti pinginnya menyebut2 orang itu terus, sampai salah tingkah kalau dekat orang itu. Yang kepikiran orang itu terus. COba kalu jatuh cintanya sama Allah yah.

February 7, 2012 at 6:35 PM

subhanallahu.., syukran jazakallahu sdh mengingatka Akhi....,klo kita sdh berusaha mengingat-Nya tp hati msh tetap tdk merasa tenang/bahagia i2 menandakan hati ini lagi sakit.., ASTAGHFIRULLAH :(

February 7, 2012 at 10:26 PM

@-ka iyaaah na'udzubillah. . .

kuatin lagi Iman dan rasa cinta sama Allah, InsyaAllah

February 7, 2012 at 10:30 PM

@Mugniar bener umi. . .sebelum cinta sampai ke makhluk harus sampai ke tempat Allah dulu. . .
Cinta karena Allah. . .MasyaAllah
aamiin

February 7, 2012 at 10:32 PM

@Lentera Langit obatnya harus lebih lebih dan lebih lagi mengingat Allah. . .InsyaAllah ^____^

Post a Comment

Hujan telah menemuimu. Kini giliranmu. Sampaikan kesanmu tentangnya.

Powered by Blogger.
Strawberry On Top Of Cupcake

Weather Palace

Hitori Janai

Don't Stop Dancing