jazakumulloh khoiron katsiro atas kunjungannya
58

Bila Istri Lebih Alim dari Suami

Bismillah

Shalih dan baik pemahaman diennya. Salah satu karakter utama sosok lelaki dambaan muslimah. Tentu saja. Suami adalah pemimpin rumah tangga dengan salah satu tugas utamanya : ”qu anfusakum wa ahlikum naro” jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka (QS. At Tahrim : 6). Sedang ilmu dan keshalihan adalah satu-satunya sarana yang mampu menyelamatkan manusia dari neraka, dengan rahmat Allah Ta’ala. Dengan ilmu dan keshalihannya, diharapkan suami dapat mengarahkan bahtera rumah tangga sampai tujuan dan melindunginya dari badai fitnah dunia yang membinasakan.

Bersyukurlah jika anda mendapat suami yang seperti ini. Hanya saja, takdir hidup yang harus dijalani setiap muslimah tidak selalunya sempurna sesuai yang didamba. Ada kalanya yang terjadi justru sebaliknya, Istri kebih shalih dan lebih paham agama daripada suaminya. Misalnya, suami lulus SMA sedang istri alumni pesantren yang tentunya relatif lebih mahir dalam agama.

Apakah ini salah? Tentu saja tidak. Bukankah petunjuk Rasulullah mengarahkan agar lelaki memilih wanita karena agamanya, ilmu dan keshalihatannya? Jadi tidak salah jika ada lelaki yang mencari istri yang lebih pintar diennya, lebih shalih kepribadiannya dari dirinya. Sebab, dua hal inilah yang akan menyebabkan ”taribat yadaka” suami mendapatkan keberuntungan.

Artinya, dalam hal keshalihan dan ilmu agama, tidak masalah jika ternyata istri lebih unggul daripada suaminya. Bahkan boleh jadi suami harus banyak belajar kepadanya. Kalau ada yang menginginkan emansipasi alias kesetaraan gender atau bahkan mengunggulkan gender sebagai wanita atas laki-laki, disinilah tempatnya. Buatlah diri anda sebagai wanita setara atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki, dalam hal ilmu agama dan keshalihan
. Bukan dalam hal kesempatan keluar rumah, memakai kaos, menanggalkan jilbabnya atau pun jabatan politik.

Seperti Abu Wada’ah yang menikah dengan putri Said bin al Musayib, imam besar para Tabi’in, ulama yang sangat disegani bahkan oleh penguasa. Abu Wada’ah adalah duda miskin dan murid dari Said bin al Musayib, sedang putri Said bin al Musayib adalah wanita yang mewarisi ilmu juga keshalihan yang luar biasa dari ayahnya. Tadinya Abu Wada’ah segan saat ditawari sendiri oleh gurunya agar menikahi putrinya. Tapi karena Said bin al Musayib meyakinkan dirinya, akhirnya ia maju, merengkuh anugrah terindah itu. Abu Wada’ah memuji istrinya dengan, ”Istriku adalah wanita yang paling cantik di madinah, paling hafal kitabullah dan paling mengerti hadits Rasulullah dan paling paham hak-hak suami.”

Jika anda mengalami hal seperti ini, jangan sampai anda merasa tidak beruntung dijodohkan Allah dengan laki-laki yang tak sebagaimana yang anda damba. Justru Allah tengah memercayakan sebuah tugas mulia kepada anda sebagai pemegang kompas sekaligus navigator dalam bahtera rumah tangga. Sebuah kepercayaan tidak akan Allah berikan kecuali kepada yang memang dipercaya oleh-Nya. Yang perlu anda lakukan adalah membuktikan bahwa anda memang layak diberi kepercayaan itu. Yaitu dengan memberikan seluruh ilmu dan teladan yang baik untuk keluarga.

Atau barangkali khasusnya begini, anda dan suami menikah dan sama-sama memulai rumah tangga tanpa bekal pengetahuan Islam. Tapi kemudian Allah lebih dulu memberi hidayah kepada anda daripada suami dalam mendalami Islam dan mengamalkannya. Sama saja, ini juga merupakan amanah dari Allah. Amanah agar andalah yang menjadi pelita di rumah tangga untuk meneranginya dengan cahaya ilmu dan iman.

Ilmu adalah amanah. Di dalam kitab Syarh Ushuluts Tsalatsah dijelaskan bahwa kita wajib belajar dan melakukan empat hal,
1. Mencari ilmu,
Yaitu mengenal Allah (ma’rifatullah), mengenal Nabi-Nya (ma’rifatur rasul), dan mengenal dien-Nya (ma’rifatud dien) dengan dalil.
2. Mengamalkan iimu tersebut.
3. Mendakwahkannya.
4. Bersabar atas segala gangguan dalam menjalani tiga hal sebelumnya.

Sebelum anda tahu (berilmu) anda wajib mencari ilmu (thalabul ’ilmi). Setelah tahu, anda wajib mengamalkannnya semaksimal kemampuan anda. Setelah itu mendakwahkannya. Nah, dalam hal dakwah, keluarga adalah obyek dakwah utama anda. Orangtua, anak-anak termasuk juga suami. Merekalah yang paling perlu mendapat siraman dakwah dari ilmu yang telah anda dapatkan.

Yang terakhir adalah bersabar. Bersabar dalam mencari ilmu, dalam mengamalkannya dan juga bersabar saat mendakwahkannya. Dalam kondisi ini, nasihat untuk bersabar menjadi nasihat yang paling anda butuhkan. Barangkali, akan ada kendala mental yang cukup besar yang harus anda hadapi karena anda harus mendakwahi ”pimpinan” anda. Namanya suami ada kalanya kurang berkenan saat dinasehati atau bahkan baru sekedar merasa dinasehati oleh istrinya.Bahkan meski dengan bahasa yang sudah diperhalus sekalipun. Saat inilah jamu kesabaran harus anda minum agar hati tenang dan terhindar dari putus asa. Tetap berusaha sebaik-baiknya dalam berdakwah memanggul amanah dari Allah. Jangan menyerah meskipun berat karena pahala di sisi-Nya sangatlah agung. Sekali lagi, buktikan bahwa anda memang layak diberi kepercayaan ini. Jika sukses, anda benar-benar akan menjadi anugrah terindah bagi keluarga anda. Wallahua’lam.

58 comments

April 9, 2012 at 10:51 AM

" Namanya suami ada kalanya kurang berkenan saat dinasehati atau bahkan baru sekedar merasa dinasehati oleh istrinya."

Huuu jadi suami berarti ga boleh egois @_@
Aku ga suka part istri harus taat suami wleee... tapi kalo suami dinasehatin kurang berkenan. Opo wi... wkwkwk.
Eh mas, kamu mau nikah po kok nulis-nulis begini? Hihihi~

April 9, 2012 at 10:57 AM

wes mantabss sob..
bahan renungan buat ane, semoga menjadi suami yang baik yang bisa mengayomi keluarga

jazakumullah..:}

April 9, 2012 at 11:05 AM

Saya juga sependapat, bahwa ketika level pemahaman wanita lebih baik, maka bukan hal yg mutlak dia mendapatkan pasangan yang sepadan atau lebih baik. Jika mendapatkan muallaf atau orang yg track recordnya (@the past) kurang baik, sejatinya itu bisa diambil sebagai kesempatan bahwa Allha SWT memercayakan tugas mulia sebagai pemegang kompas sekaligus navigator dalam bahtera rumah tangga. Tentu saja dengan catatan mmg si laki-laki pny komitment utk bersama amenjadi lebih baik (tidak otoriter dan superior sebagai 'kepala rumah tangga' yg pny hak 'harus serba ditaati'..) #opini pribadi

April 9, 2012 at 12:28 PM
@Tebak Ini Siapa wkwkwkwkwkwkwkwk yang penting tau hak dan kewajiban masing-masing :D

tar kalo nulis kematian berarti dibilang "eh mas, kamu mau mati po kok nulis-nulis begini? hihihi~"

uwaaaaaaa unaaaaaa. . .
April 9, 2012 at 12:30 PM
@Muro'i El-Barezy semoga bermanfaat mas bro. . .
wah tujuan mulia tuh MasyaAllah, aamiin aamiin aamiin

keep on fighting till the end ^____^
April 9, 2012 at 12:33 PM
@Ririe Khayan he eh si laki-laki harus punya kemauan kuat untuk be a gud person and be a gud muslim. . .karena bagaimanapun suami adalah imam
yang penting tau hak dan kewajiban masing2 kan mbak rie ^____^

syukron hehe
April 9, 2012 at 3:47 PM

pertama-tama, ane amu nanya kemana aje elo sob, kok baru nongol, sibuk ye, ...??
selanjutnya, mau ngomentarin tulisan di atas, boleh?
pokoknya mah, kl ane punya istri, gak suka kalo si istri suka ngelawan, apalagi sampe merintah2, bisa2 ane kawin lagi, hahahay :p

April 9, 2012 at 4:41 PM

jodoh kita sudah ada yang mengaturnya, bukan? aku mah selalu percaya dengan pilihan-Nya nanti..mau lebih alim siapa, yang terpenting paham dengan posisi dan kewajiban masing-masing..bukankah Allah juga telah menjanjikan "laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” begitu juga sebaliknya.
:)

April 9, 2012 at 6:22 PM

Nice artikel mas...sangat membantu..

April 9, 2012 at 8:59 PM

@Stupid monkey Wkwkwk... ade2 aje ente sob :D

April 9, 2012 at 9:00 PM

Mudah2an istri ane lebih pinter ilmu agamanya dari ane sob hehehe...

Btw, solonya mana sob?

April 9, 2012 at 9:36 PM

Renungan buat saya juga...
Wanita memang menginkan imam yang bisa menuntunnya..
Tetapi jika wanita ikhlas menerima suami yang masih belajar mendalami agama,
sebhanallah sekali..
Itu ladang dakwah yang besar baginya

April 9, 2012 at 10:45 PM

bagus artikel ini, buat referensi ntar ke depannya :)

April 9, 2012 at 11:42 PM

Akur, dab! Mana aja yg lebih alim yg penting saling melengkapi! Bravo!

April 10, 2012 at 6:07 AM

Thanks for sharing Kiddo, saya suka dg kalimat yg diBold itu deh ;)

April 11, 2012 at 4:43 PM

--cakep artielnya--
jodoh kita adalah cermin kita ya intinya

April 12, 2012 at 3:17 PM

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi
kesuksesan tidak akan mendatangi anda, kecuali anda mengejarnya.,.
si tunggu kunjungan baliknya gan.,

April 13, 2012 at 8:58 AM

Mantap infonya..
Semoga kita semua termasuk ke golongan orang2 amanah aminn

April 16, 2012 at 6:49 AM

Subhanallah, mari berlomba menjadi anugerah terindah bagi keluarga..

April 17, 2012 at 3:34 PM

mantabbb nih postingannya..
memang terkadang ada yg spti ini.atw bahkan sebaliknya...

dan smoga kita tak lupa mengamalkan ilmux.dakwahnya kepda sang suami..masya Alloh perjuangan lagi memang tidak mudah. Namun dibalik ini smw ujian yng terindah..
afwan yah saya lama tak berkunjung... ehehe

April 20, 2012 at 5:34 PM

aku suka dgn wanita yg lebih pintar dan sholeh dibanding dariku

April 22, 2012 at 9:04 AM

assalmu alaikum

SOBATKU INI KEMANA AJA YAH?????

April 25, 2012 at 6:57 PM

tetapi alangkah baiknya jika suami lebih alim dari pada sang istri, karena suami adalah pemimpin :)

May 5, 2012 at 9:21 PM

Nggak ada suami yang berani dengan istri, yg ada suami yg menghormati istri....

Nice share sob.....

May 7, 2012 at 1:17 PM

Kayaknya udah lama dirimu gak posting. Lagi siap2 buat walimahan yak? *nggosip*

May 8, 2012 at 5:52 AM

"Buatlah diri anda sebagai wanita setara atau bahkan lebih tinggi dari laki-laki, dalam hal ilmu agama dan keshalihan. Bukan dalam hal kesempatan keluar rumah, memakai kaos, menanggalkan jilbabnya atau pun jabatan politik."
Mantap nih kata-kata :)

May 11, 2012 at 5:56 PM

bagaimanakah jika membicarakan penghasilan istri yang lebih besar dari suami? sementara suami lah yang seharusnya memberikan nafkah kepada istri?


ngeblog dapet android, ikutan yuk!

May 12, 2012 at 10:30 AM

Masya Allah, nice posting kidd...
Hisashi buri desu ne ^^
Kemana aja pak :D

May 15, 2012 at 10:44 PM

I'm Coming.... Check It Out... http://rose4785.blogspot.com/2012/05/tulisan-berantai-12-12-12-begh-again.html

May 18, 2012 at 4:49 PM

mantap sob....

hmm follow back yagh...

http://amankpermahimakassar.blogspot.com/

May 18, 2012 at 5:44 PM

Wah kalo saya sangat bersyukur sekali bisa mendapat istri yang soleh. Cuma mungkin agak minder saja. Hehe

Salam kenal, baru pertama berkunjung.. ^^

May 19, 2012 at 9:57 AM

salam super sahabat,
tetap semangat dan sukses selalu ya
ditunggu kunjungan baliknya :)

May 23, 2012 at 5:27 PM

ditunggu kemunculannya sob

June 15, 2012 at 10:35 AM

terima kasih atas artikel yg bermanfaat ini..

bila berkenan follow back ya :)

#Salam sehat selalu

June 16, 2012 at 6:18 PM

Tergntung istrinya jga om.

bila istrinya termasuk orang orang "pembantah", ntar kasihan suaminya.
Tapi kalo istrinya orang "soleh", pasti jadi bagus tuh ntar suaminya..

July 3, 2012 at 11:00 PM

nice~ kerna istri itu lbih alim, maka ketaatan pd si suaminya itu luar biasa..kesopanannya juga turut dijaga..menjadi pnghias yg begitu indah di dalam sesebuah rumah tangga~ amin..

July 15, 2012 at 1:54 PM

hahahahahhaha...

August 18, 2012 at 3:32 PM

nice post sobat...

September 21, 2012 at 10:19 AM

Halo kidd, lama tak jumpa, apa kbr ?

Eh, ada yg baru nih, SMS pake SUARA, gratis untuk pelanggan telkomsel :)

http://imajinasi-hari.blogspot.com/2012/09/smsan-pake-suara-gratis-sesama-telkomel_21.html

October 10, 2012 at 4:07 PM

informasi yang bermanfaat, terima kasih banyak, i like it..
sukses terusss...

October 10, 2012 at 4:09 PM

terima kasih ilmunya, sangat bermanfaatt..

October 11, 2012 at 8:45 PM

jd harus sabar ya ^^
hiii hiatus jg nih :D

October 21, 2012 at 10:59 AM

thanks atas infonya gan..

October 21, 2012 at 10:59 AM

ditunggu postingan pencerahan berikutnya gan

October 25, 2012 at 11:09 AM

mencerahkan....

November 1, 2012 at 9:05 AM

semoga kita bisa mendapatkan istri yg sholehah :)

November 22, 2012 at 5:16 PM

Wah, sebuah bahan renungan untuk seorang calon suami, termasuk saya,hehe....thanks banget!!!

November 22, 2012 at 5:17 PM

Numpang baca artikelnya,Sob...

November 22, 2012 at 5:18 PM

Hemm...mantaab...!!!

November 22, 2012 at 5:19 PM

Mampir disini yukk...!!!

November 22, 2012 at 5:20 PM

Artikel yang enak tuk dibaca....lam kenal aja deh,Sob!

February 7, 2013 at 12:10 PM

namanya jg hidup berumah tangga, pasti cek cok selalu ada, dan alasannya jg bermcm mcm..

February 9, 2013 at 1:30 PM

tampilan blognya bikin betah nih :D

May 2, 2013 at 3:56 PM

suka artikelnya..

pencerahan banget..

kokohi iman ilmu amal , kemudian dakwahkan..

Allahu akbar..

September 4, 2013 at 3:27 PM

hmm insya allah ilmu islam ku sudah cukup :)

September 26, 2013 at 9:49 AM

izin nyimak artikel yang sangat bermanfaat ini ya...sukses untuk anda

October 15, 2013 at 8:04 PM

menurut saya , sumi dan istri itu harus saling melengkapi

May 21, 2017 at 9:24 PM

Semangat berdakwah . Hdp kita kita sendiri yg mngendalikan. Bersabar berjuang mnjd lentera keluarga

Post a Comment

Hujan telah menemuimu. Kini giliranmu. Sampaikan kesanmu tentangnya.

Powered by Blogger.
Strawberry On Top Of Cupcake

Weather Palace

Hitori Janai

Don't Stop Dancing