jazakumulloh khoiron katsiro atas kunjungannya
8

Surat Untuk Hujan


Pada suatu senja Ia memilih berjalan dalam diam... melewati jalan setapak ini.. Ia ingin mengadu pada hujan nampaknya.. rintik rintiknya membenamkan ia dalam sepi.. rintik rintiknya membuat ia ingin berjalan saja sambil tertunduk lesu dan menangis.. agar tak seorang pun yang bertanya kenapa... Ia tak ingin menjerit, meronta ronta ataupun, mengamuk memecahkan gelas bahkan segala macam yang ada dalam jankauannya... senja itu ia hanya menikmati lirih berdua saja dengan hujan... lalu dialihkan wajahnya itu pada kumpulan bunga mawar yang menari liar menabrak jendela... rindukah kau pada hujan wahai kelopak mawar..??? sehingga kau menyambutnya dengan riuh... SEBENARNYA APA YANG KAU DENGAR DARI BUNYI HUJAN wahai kelopak mawar, ???
pertanyaan itu menelisik batinnya.. Lalu  di alihkannya lagi padangannya pada jalan setapak ini, hujan telah menghapus jejak jejak kaki yang samar atau bahkan menutupi tapak kaki yang terlihat kaku itu... LALU APA YANG KAU TANGKAP DARI BAU TANAH YANG MENYERUAK DAN MENGEPUL DI ANTARAMU??? Tanyanya dalam diam.
kemudian di perhatikannya sungai.. selokan dan bahkan genangan air yang yang seolah membuat jejak jejak baru.. matanya terpejam sejenak, dibiarkan nya hujan menyentuh lembut pipinya, sama halnya ketika hujan menyapa tanah dengan tariannya.. seketika, baunya menyeruak ganas...
hujan memperlakukan mereka sama.. tak ada beda, dia menyeret bahkan mengangkat hal hal yang megotori tanah, menyerap masuk lalu membiarkan aroma itu menari bersamanya..
lalu ditorehkan wajahnya pada gumpalan awan pekat yang terlukis muram.. langit.. mengapa kau kirimkan gemericik air dan membuatnya deras, apa kau ingin menghiburnya.. membuatnya bisa bersembunyi dibalik hujan, aaaaahh.. secepat kilat ia berpaling.. masih pada jalan yang sama.. dilemparkannya sudut matanya pada sekumpulan bocah yang tengah bercumbu pada hujan, ia mendekat dan bertanya.. apa yang kau sukai dari hujan..???? Hujan kebahagiaan, hujan kesejukan, hujan mengantarku pada sebuah mimpi, hujan merupakan kumpulan tawa, setidaknya itu yang ia tangkap.
di hentikannya sorot mata itu pada akhir jalan setapak itu,,, hujan hampir usai,, guratan mendung sudah mulai tak nampak muram..
Kau tau,,, dan hujan pun membalas suratmu sebelum menyapa rerumputan, ranting, dahan, akar dan bunga... dan ia pun mengirimkan sebuah pesan apakah ia akan membelaimu melalui usapan lembut angin atau membirkanmu ikut menari bersamanya.... atau apakah kau bisa ikut bermain bersama badai atau menyerah dan kemudian terhempas.. pada akhirnya.. dirimu sendiri yang menentukan .. apakah kau menyiapkan payung untuk menangkal derasnya hujan.. ataukah kau akan menikmati setiap tetesan dan ikut larut dalam dingin yang menggigit kulitmu..
pada akhirnya pun.. hujan akan berhenti.. dan akan ada pelangi selepas itu
Dari : Wita Adriyana Wardani - 28 November 2011

8 comments

November 28, 2011 at 11:21 PM

Tiba-tiba saja aku merasakan kesedihan yang dalam...

Surat ini untuk hujan, untuk sosok yang dipikir bisa menghilangkan rasa sakit itu. Sampai-sampai berusaha keras mencari tahu bagaimana gerangan sang hujan. Berusaha keras menggenggamnya.

Sayang, hujan tidak hanya hujan. Begitu banyak hal yang bergumul bersamanya. Kesadaran pun muncul bahwa hujan tak seperti yang diperkirakan, terlalu misterius dan berbahaya.

Satu hal yang tak kumengerti.

Di akhir surat, dikatakan pada akhirnya hujan akan berhenti. Bila ini aku, tak akan pernah kubiarkan itu terjadi.

Apa itu berarti seseorang akan meninggalkan hujan untuk menanti pelangi?

*Kalau itu benar, kupikir pelangi akan menunggu surat untuknya darimu.

ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

November 28, 2011 at 11:55 PM

SEBENARNYA APA YANG KAU DENGAR DARI BUNYI HUJAN wahai kelopak mawar, ???
~ dia mendengar kan suara air menari, kalau kamu mau, kamu boleh membiarkan kesedihanmu ikut menari bersamanya, berdansa hingga kesedihanmu lupa akan tempat pulang, biarkan bahagia hujan menemanimu.

LALU APA YANG KAU TANGKAP DARI BAU TANAH YANG MENYERUAK DAN MENGEPUL DI ANTARAMU??? Tanyanya dalam diam.
~aroma tersebut akan menyampaikan suratmu kepada hujan.

November 29, 2011 at 9:28 AM

Nurma. . .kalo itu benar itu artinya Prince Of Rain tidak bisa berbuat banyak, kita tunggu saja kedatangan Prince Of Rainbow ^__^

November 29, 2011 at 6:08 PM

Haduh.... Haduh... sepertinya saia mengenali kisah tentang hujan di atas,,, bisa di bilang sangat kenal hehehe...

Ternyata malah di posting disini toh, Gimana prince Of Rain... bagaimana kisah tentang hujan berdasarkan ceritamu sendiri...

Coba deh di posting hasil karyamu yang bertemakan Hujan, saia tunggu ya... ^_^

kunangkunang^^
November 29, 2011 at 7:27 PM

Aku menyukai saat diriku menikmati hujan dari balik jendela.. atau sesekali keluar dan menyambutnya hangat..
dan ku rasa aku terlalu mengharapkan hujan terus menerus.. bahkan tak ingin ia berhenti menari.. berhenti mengajak alam berdendang..
atau mengajak angin berhembus nakal bersamanya.. hujan tak bersifat kekal bukan.. kalau aku mencegahnya pergi..
aku tak kan pernah bisa melihat cahaya selepasnya, tak akan ada pelangi yang menyambutku riang, aku pun tak akan tau apakah aku mampu menghadapi riuh nya badai ataukah aku akan menghilang di telan kelam..
tapi kadang.. seharusnya hujan tak membuatku hanyut dalam tariannya, sehingga aku takut untuk beranjak pergi... ^___^

November 30, 2011 at 6:21 AM

Hime. . .nantikan saja

December 12, 2011 at 2:57 PM

bau tanah basah selepas hujan selalu berhasil membangkitkan memori saya tentang rumah. tentang kedua orang tua saya. tentang kampung halaman saya. bau hujan seakan punya sihir yang dapat menyeret saya kepada kampung halaman saya yang elok. ah. hujan turun lagi sore ini. rinainya basah menular di mataku.

December 12, 2011 at 3:37 PM

Nurulnulur. . .is it an illusion??. . .Its nothing more than illusion ^____^

~super sekali kan??

Post a Comment

Hujan telah menemuimu. Kini giliranmu. Sampaikan kesanmu tentangnya.

Powered by Blogger.
Strawberry On Top Of Cupcake

Weather Palace

Hitori Janai

Don't Stop Dancing